Ternyata
jauh dari kata sempurna,
sangat jauh
Apa saja yang sebenarnya kulakukan selama ini,
22 tahun lebih ku hidup di dunia,
sudah menjadi apakah aku,
mengapa aku merasa nol, kosong
bukan tidak berarti tapi aku.. kali ini benar benar merasa kosong
tidak berbobot..tidak ada isinya..
rasanya hanya seperti seonggok daging yang bergerak
tanpa ada tujuan yang pasti
tanpa ada hal yang bisa aku banggakan, yang bisa aku tunjukan
Mengapa aku baru tersadar sekarang?
ini bukan mengeluh menurutku..
ini sadarku..
aku bersyukur telah disadarkan,
Dalam masa kesendirian ku
dalam arti
jauh dari semua sahabat dan keluarga ku..
dari keramaian, rutinitas, dan zona nyamanku
ke merenung..
ku terdiam dalam tanya..
pecah semuanya..
ketika ku putar ulang waktu,
mengingat masa masa lalu yang telah kulewati
aku terdiam, kecewa, menyesal, marah, sedih,
ku kecewa dengan banyaknya waktu yang kulewati begitu saja
mengapa hei diriku?
rasanya selama ini aku seperti manusia tanpa arah
20 tahun lebih, bayangkan..
banyak sekali waktu yang aku buang sia -sia
betapa berartinya jika dulu aku memenuhi diriku dengan ilmu, pengalaman dan segudang prestasi gemilang,
setidaknya dengan ilmu dan pengetahuan, pengetahuan di sekitar ku, minimal
ku terlalu sibuk dengan aku, dengan dunia yang ada di pikiranku
yang aku buat sendiri, yang entahlah apa yang sebenarnya ku pikirkan saat itu
sebenarnya ada apa dengan aku?
kala itu teman temanku berkata
kamu terlalu dingin, kamu terlalu cuek..
aku,
aku tak perduli semuanya
aku merasa keren, aku merasa aku ya aku, inilah aku, mau apa kamu,
masa bodo dengan sifat wanita yang seharusnya ada di diriku,
masa bodo dengan tingkah lakuku yang urakan, memang kenapa?
aku nyaman kok, hak!
HAHAHA
ironis
hanya bisa tertawa miris ketika mengenang dan memikirkan apa yang aku lakukan
bodoh, pikirku,
tapi bagaimana lagi,
ya semua orang sudah tahu, penyesalan memang datang belakangan
seperti apa yang diktakan salah satu dari temanku,
"kamu yang sekarang adalah hasil dari kamu yang dulu"
yeah,
Setidaknya aku tersadar, terimakasih Ya Allah.
Kau sadarkan aku
Ternyata ini hikmah yang kau berikan
setelah sementara Kau jauhkan aku dari semua orang orang terdekatku dari zona nyamanku.
Ku bersyukur,
alhamdulillah
hem, mungkin salah satu langkah menuju pendewasaan diriku sepetinya
Sekarang tinggal bagaimana aku membentuk aku yang baru
mebenahi diriku yang kosong
Mulai dari hari ini, jam ini, menit ini, detik ini juga..
bismillah..
start
Matsuyama-shi
19 May 2013
jauh dari kata sempurna,
sangat jauh
Apa saja yang sebenarnya kulakukan selama ini,
22 tahun lebih ku hidup di dunia,
sudah menjadi apakah aku,
mengapa aku merasa nol, kosong
bukan tidak berarti tapi aku.. kali ini benar benar merasa kosong
tidak berbobot..tidak ada isinya..
rasanya hanya seperti seonggok daging yang bergerak
tanpa ada tujuan yang pasti
tanpa ada hal yang bisa aku banggakan, yang bisa aku tunjukan
Mengapa aku baru tersadar sekarang?
ini bukan mengeluh menurutku..
ini sadarku..
aku bersyukur telah disadarkan,
Dalam masa kesendirian ku
dalam arti
jauh dari semua sahabat dan keluarga ku..
dari keramaian, rutinitas, dan zona nyamanku
ke merenung..
ku terdiam dalam tanya..
pecah semuanya..
ketika ku putar ulang waktu,
mengingat masa masa lalu yang telah kulewati
aku terdiam, kecewa, menyesal, marah, sedih,
ku kecewa dengan banyaknya waktu yang kulewati begitu saja
mengapa hei diriku?
rasanya selama ini aku seperti manusia tanpa arah
20 tahun lebih, bayangkan..
banyak sekali waktu yang aku buang sia -sia
betapa berartinya jika dulu aku memenuhi diriku dengan ilmu, pengalaman dan segudang prestasi gemilang,
setidaknya dengan ilmu dan pengetahuan, pengetahuan di sekitar ku, minimal
ku terlalu sibuk dengan aku, dengan dunia yang ada di pikiranku
yang aku buat sendiri, yang entahlah apa yang sebenarnya ku pikirkan saat itu
sebenarnya ada apa dengan aku?
kala itu teman temanku berkata
kamu terlalu dingin, kamu terlalu cuek..
aku,
aku tak perduli semuanya
aku merasa keren, aku merasa aku ya aku, inilah aku, mau apa kamu,
masa bodo dengan sifat wanita yang seharusnya ada di diriku,
masa bodo dengan tingkah lakuku yang urakan, memang kenapa?
aku nyaman kok, hak!
HAHAHA
ironis
hanya bisa tertawa miris ketika mengenang dan memikirkan apa yang aku lakukan
bodoh, pikirku,
tapi bagaimana lagi,
ya semua orang sudah tahu, penyesalan memang datang belakangan
seperti apa yang diktakan salah satu dari temanku,
"kamu yang sekarang adalah hasil dari kamu yang dulu"
yeah,
Setidaknya aku tersadar, terimakasih Ya Allah.
Kau sadarkan aku
Ternyata ini hikmah yang kau berikan
setelah sementara Kau jauhkan aku dari semua orang orang terdekatku dari zona nyamanku.
Ku bersyukur,
alhamdulillah
hem, mungkin salah satu langkah menuju pendewasaan diriku sepetinya
Sekarang tinggal bagaimana aku membentuk aku yang baru
mebenahi diriku yang kosong
Mulai dari hari ini, jam ini, menit ini, detik ini juga..
bismillah..
start
Matsuyama-shi
19 May 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar